Pendahuluan.
Model
Sistem Umum Perusahaan dapat dikatakan juga sebagai Bentuk atau Alur
dari sebuah perusahaan,dimana perusahaan tersebut mempunyai cara untuk
mengatur dalam hal apa saja dalam kegiatan perusahaan,seperti dalam
komunikasi,memperkirakan planning untuk kedepannya bagaimana dan apa
saja yang harus dilakukan perusahaan dalam mencapai sebuah Misi nya atau
tujuan dari perusahaan tersebut. Berikut ini saya akan menjelaskan arti
atau pengertian dari Model system umum di dalam sebuah perusahaan,di
dalam pembahasan.
Pembahasan.
Model, dapat di katakan
adalah rencana, representasi, atau deksripsi yang menjelaskan suatu
objek,system,atau konsep yang seringkali berupa penyederhanaan atau
idealisasi. Berikut ini jenis-jenis dari model,
Terdapat 4 jenis Model Sistem Umum Dasar,yakni:
1. Model Fisik, Suatu Gambaran Entitas dalam bentuk 3 dimensi,maksudnya ialah berupa Keberadaan yang Nyata.
2.
Model Naratif, Suatu Gambaran entitas yang di ucapkan secara Lisan atau
Tulisan,maksudnya Keberadaan atau aktifitas yang di lakukan berupa
dengan ucapan/perkataan dan secara tertulis.
3. Model Grafik,
Suatu Gambaran entitas dengan sejumlah garis atau symbol,maksudnya
keberadaan atau aktifitas dengan menggambarkan dari sejumlah
garis-garis atau menggunakan symbol dalam fungsi tertentu untuk
memberikan penjelasan.
4. Model Matematika, Suatu Gambaran
entitas dengan menggunakan ketelitian,maksudnya ialah harus bisa teliti
dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek.
Model juga memiliki Kegunaan,berikut ini adalah beberapa kegunaan Model:
1.
Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada
entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan
hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.
2. Mempermudah
Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu
sering pula dikomunikasikan pada orang lain.
3. Memperkirakan
Masa Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model
matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan
model-model jenis lain.
Berikut ini adalah gambaran dari Model Sistem Umum Perusahaan.
Konsep Dasar Model Sistem Umum pada Perusahaan.
Konsep
Dasar Model menggunakan Sistem Konseptual, yakni sebagai system terbuka
dapat mengendalikan operasinya sendiri,sebagian tidak. Pengendalian
dicapai dengan menggunakan lingkaran umpan balik (feedback), yang
menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari system ke
mekanisme-mekanisme pengendalian dan dari mekanisme pengendalian
kembali ke system. Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat yang
menggunakan sinyal-sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja system
dan menentukan apakah tindakan perbaikan perlu dilakukan.
Contoh dari mekanisme pengendalian adalah manajemen perusahaan,yang menggunakan dimensi Informasi:
1. Relevansi, informasi yangharus berkaitan langsung dengan masalah yang di hadapi.
2. Akurasi, semakin tinggi persentasi ketelitian disitu juga nilai yang akan di dapat semakin baik.
3. Kelengkapan, informasi yang menyajikan gambaran secara lengkap dari suatu masalah yang sangat dibutuhkan.
Penggunaan Model Sistem Umum.
Contohnya Yakni seperti Pasar swalayan
Arus Material: barang-barang yang akan dijual.
Arus Personil : Manajer took,pegawai gudang,kasir.
Arus Uang: Pemasukan yang disediakan oleh pembeli dan Pengeluaran kepada pemasok,pegawai dan pemilik.
Sumber daya mesin : Lemari pendingin,kotak peraga,rak-rak,dan computer.
Proses transformasi: Pembungkusan Barang,mengatur barang di rak.
Elemen manajemen system konseptual: Manajer Toko dan asisten.
Pengolah informasi: Komputer dan pembaca beserta kasir.
Kesimpulan:
Dari
artikel yang saya buat di atas,saya menyimpulkan bahwa ddi dalam suatu
perusahaan itu harus mempunyai model, yang dalam artinya ialah sama
seperti strategi atau konsep untuk kedepannya,karena kalau tidak
menggunakan Model,perusahaan akan menjadi berantakan dalam system kerja
nya.
Sumber : http://thiefheartwomen.blogspot.co.id/2011/11/softskill-model-sistem-suatu-perusahaan.html
sumber :
http://yusufardy19.blogspot.co.id/
http://anggamelandi7.blogspot.co.id/2015/11/model-sistem-umum-perusahaan-beserta.html
Jumat, 13 November 2015
Pengembangan Sistem Informasi Perusahaan di McDonald’s
TUJUAN : Mahasiswa mampu menjelaskan Sistem Informasi Perusahaan
POKOK BAHASAN : Sistem Informasi Perusahaan
STUDI KASUS : Monitoring Performa Penjualan Mc Donald’s
McDonald’s berencana membelanjakan $1 miliar dalam lima tahun untuk mengikat semua operasinya dalam jaringan digital real-time (system informasi perusahaan).
Pada dasarnya, para eksekutif di kantor pusat berusahaan telah mampu melihat setiap detail performa di setiap toko, pada setiap waktu, melalui system informasi perusahaan pasif ini. Setelah dua tahun, McDonald’s menunda program mahal tersebut.
Pada awal Mei 2003, McDonald’s mengumumkan bahwa ia akan menghapus kerugian $170 juta untuk di kontinuasi pada bulan Desember 2002 dari jaringan innovate digital yang global dan real time, yang mewakili proyek teknologi informasi paling luas dan mahal merancang dalam sejarah perusahaan. Serratus tujuh puluh juta dollar hanyalah sebagian dari total $1 miliar yang direncanakan McDonald’s untuk biaya innovate yang dimulai pada bulan januari 2001. Innovate di desain untuk membuat manajemen McDonald’s mengetahui berapa miliar pastel burger, roti kismis, dan nugget ayam di konsumsi disembarang atau di semua toko pada setiap waktu dalam satu hari. Setiap detail dari setiap waktu dalam satu hari. Setiap detail dari setiap property (diharapkan) tersedia dalam real-time. Proyek miliaran dollar ini gagal , bahkan sebelum mengalami kemajuan oleh karena kesulitan menjelmakan bahkan suatu bisnis sederhana ke dalam perusahaan real-time.
Cepatnya pertumbuhan membuat McDonald’s ingin menciptakan alat untuk mengendalikan kualitas kunci yang membentuk sukses suatu rantai makanan cepat saji:konsistensi. McDonald’s membuka lebih dari 1700 rumah makan baru dalam satu tahun pada 10 tahun belakangan ini,membuat system pengumpulan datanya menjadi ketinggalan zaman. Jaringan berbasis-Web yang mengirimi informasi dengan segera di seluruh bumi diperlukan sedemikian sehingga pada eksekutif bias memonitor dan mungkin mempengaruhi pada basis menit demi menit kemampuan perusahaan untuk membuat produk konsisten kepada pelanggan secara cepat. Jika di hubungkan ke setiap bagian kunci dari peralatan di setiap toko, jaringan digital real-time akan mengizinkan McDonald’s memberikan layanan pelanggan yang lebih baik menggunakan teknologi komunikasi dan informasi utnuk memonitor kualitas minyak yang digunakan untuk menggoreng atau untuk memastikan bahwa masing-masing roti kismis dibakar pada tingkat kegaringan yang sesuai. Itu akan memberi para eksekutif McDonald’s suatu pandangan terperinci menyangkut keseluruhan system real-time. Penjualan, waktu makanan, susuan kepegawaian, data rantai persedian, lokasi vendor, peralatan perbaikan pesanan dan semua angka kenyataan lain yang di lacak McDonald’s dengan system yang di kembangkan secara internal, yang umumnya membuat data tersedia untuk mengambil keputusan dalam satu minggu atau lebih, bias dicapai dalam detik melalui browser web. Secara teori, dengan bekerja erat dengan para pemasok dan pada manajer toko, perusahaan bias meningkatkan konsistensi produk.
Inovasi juga dianggap mengefektifkan pengadaan pelatihan karyawan dan data asuransi.
Dengan menggunakan internet untuk menyampaikan informasi pelatihan, seperti bagaimana membersihkan ayam muda untuk di goring atau menggunakan sistim POS (Point-Of Sale). McDonald’s berharap mendongkrak sistim latihannya menembus platform tersebut.
Dengan segera mengumpulkan dan mengirim data ke toko toko dari kantor perusahaan, para eksekutif bisa memonitor performa dan memperbaiki langsung. Sebagai contoh, jika toko tertentu tidak mengerahkan orang-orang melalui jalur atau jalan masuk sesuai standar, para eksekutif bisa meminta manajer local untuk menambah karyawan lain atau untuk meningkatkan waktu layanan. Jika produk tertentu tidak bergerak naik, para eksekutif bisa menyelidiki apakah iklan instore suadah pada tempatnya.
Rantai persediaan juga akan dimonitor. Setiap item dari gudang ke toko bisa dilacak dalam hitungan detik. Jika ada kemajuan pada toko tertentu BigMac’s, persediaan bisa di alihkan. McDonald’s bisa merespons permintaan pelanggan dengan cepat dan menarik keuntungan keuangan substansial dari efisiensi tersebut. Pada sisi lain, memonitor dari jarak jauh dan pada akhirnya adalah mengelola dari jarak jauh, membuat sistim tidak menjadi tanggung jawab para manajer toko.akhirnya , jaringan berbasis-internet akan menghubungkan 3000 lebih restoran dan 300 vendor dalam 24 jam penuh, 7 hari perminggu, ke sistim back-office dikantor perusahaan di Oak Brook. Hal ini akan memberi para eksekutif McDonald’s suatu gambaran lengkap seketika mengenai operasi perusahaan di seluruh dunia, dan dalam teori, kemampuan untuk bertindak dengan cepat ketika diperlukan untuk menyesuaikan penyebaran persediaan dan promosi untuk memenuhi permintaan. Sekitan $170 juta di belanjakan untuk : “riset dan pengembagan” innovate untuk mengefektifkan rantai persediaannya dan meningkatkan operasi hariannya. Peruhsahaan perlu mencapai penigkatan penjualan sedikitnya 1.5% atau sekitar $231 juta pertahun , untuk menggati pengeluaran awal tersebut. 1.5% adalah diluar 3 sampai 5 persen penjualan tahunan yang telah di proyeksikan McDonald’s.
Usaha pertama mcDonald’s pada system data perusahaan skala-besar dan real-time, telah gagal. McDonald’s tidak punya pengalaman di bidang tersebut, membelanjakan terlalu banyak uang, dan hanya punya sedikit reputasi untuk menunjukan hal itu. McDonald’s tidak dikenal karena teknologi atau penghargaan level-eksekutif dan pemahaman teknologi. Petrus Abell , analis AMR reserth mengatakan bahwa “jaringan global real-time akan menelan dana besar , bahkan bagi organisasi teknologi informasi yang paling ambisius sekalipun”. Mengkonfigurasi dan mengintegrasikan prangkat lunak yang di perlukan untuk komunikasi Oak Brook dengan 30.000 lebih lokasi yang beberapa diantaranya berada di dunia ke tiga dimana konektifitas broadband masih sekedar mimpi, merupakan hal fantastis ketimbang kenyataan”
Abel melanjutkan , “tantangan riil adalah menentukan apakah ada manfaat biaya yang cukup memadai yang membuat proyek itu layak dilakukan”.
Masalah terbesar “yang dihadapi perusahaan seperti McDonald’s adalah membuat bandwith kecepatan tinggi di setiap lokasi,” kata Abell. “Beberapa bagian AS masih tidak mempunyai konektifitas kecepatan tinggi yang dapat di andalkan. Dan mereka internasional. Jadi , masalah ini sangat problematic”.
Meskipun perusahaan sedikit menunjukan semangat atau keahlian dalam implementasi system informasi skala-ketika innovate di inisiasi, para eksekutifnya mengganggap mereka dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Wall Street Mart terhadap infrastruktur teknologi inti mereka. Apa yang mereka dapatkan adalah keahlian mereka dalam pengembangan dan produksi-massal makanan siap saji kecil relevansinya dengan integrase dan implementasi perangkat lunak.
PERTANYAAN KASUS :
1. Mengapa informasi perusahaan McDonald’s , McSytem ditunda ?
Jawab : karena perusahaan McDonald’s dan McSystem sempat gagal dan mengalami kerugian yang cukup besar sehingga terbatasnya waktu dan tenaga McDonald's pada waktu itu.
2. Apakah system hemat biaya akan bertahan hidup ?
Jawab : Kemungkinan besar system hemat biaya akan bertahan karna perusahaan McDonald's berusaha keras untuk mengemplementasi system informasi skala-ketika innovate di inisiasi, para eksekutifnya mengganggap mereka dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Wall Street Mart terhadap infrastruktur teknologi inti.
3. Masalah apa yang dihadapi system informasi perusahaan ?
Jawab : karena beberapa bagian wilayah di Amerika pada waktu itu belum memiliki koneksi internet yang cepat dan masih minimnya web-web pendukung untuk menjalankan sistem informasi di perusahaan tersebut.
sumber : http://anggamelandi7.blogspot.co.id/2015/11/pengembangan-sistem-informasi.html
POKOK BAHASAN : Sistem Informasi Perusahaan
STUDI KASUS : Monitoring Performa Penjualan Mc Donald’s
McDonald’s berencana membelanjakan $1 miliar dalam lima tahun untuk mengikat semua operasinya dalam jaringan digital real-time (system informasi perusahaan).
Pada dasarnya, para eksekutif di kantor pusat berusahaan telah mampu melihat setiap detail performa di setiap toko, pada setiap waktu, melalui system informasi perusahaan pasif ini. Setelah dua tahun, McDonald’s menunda program mahal tersebut.
Pada awal Mei 2003, McDonald’s mengumumkan bahwa ia akan menghapus kerugian $170 juta untuk di kontinuasi pada bulan Desember 2002 dari jaringan innovate digital yang global dan real time, yang mewakili proyek teknologi informasi paling luas dan mahal merancang dalam sejarah perusahaan. Serratus tujuh puluh juta dollar hanyalah sebagian dari total $1 miliar yang direncanakan McDonald’s untuk biaya innovate yang dimulai pada bulan januari 2001. Innovate di desain untuk membuat manajemen McDonald’s mengetahui berapa miliar pastel burger, roti kismis, dan nugget ayam di konsumsi disembarang atau di semua toko pada setiap waktu dalam satu hari. Setiap detail dari setiap waktu dalam satu hari. Setiap detail dari setiap property (diharapkan) tersedia dalam real-time. Proyek miliaran dollar ini gagal , bahkan sebelum mengalami kemajuan oleh karena kesulitan menjelmakan bahkan suatu bisnis sederhana ke dalam perusahaan real-time.
Cepatnya pertumbuhan membuat McDonald’s ingin menciptakan alat untuk mengendalikan kualitas kunci yang membentuk sukses suatu rantai makanan cepat saji:konsistensi. McDonald’s membuka lebih dari 1700 rumah makan baru dalam satu tahun pada 10 tahun belakangan ini,membuat system pengumpulan datanya menjadi ketinggalan zaman. Jaringan berbasis-Web yang mengirimi informasi dengan segera di seluruh bumi diperlukan sedemikian sehingga pada eksekutif bias memonitor dan mungkin mempengaruhi pada basis menit demi menit kemampuan perusahaan untuk membuat produk konsisten kepada pelanggan secara cepat. Jika di hubungkan ke setiap bagian kunci dari peralatan di setiap toko, jaringan digital real-time akan mengizinkan McDonald’s memberikan layanan pelanggan yang lebih baik menggunakan teknologi komunikasi dan informasi utnuk memonitor kualitas minyak yang digunakan untuk menggoreng atau untuk memastikan bahwa masing-masing roti kismis dibakar pada tingkat kegaringan yang sesuai. Itu akan memberi para eksekutif McDonald’s suatu pandangan terperinci menyangkut keseluruhan system real-time. Penjualan, waktu makanan, susuan kepegawaian, data rantai persedian, lokasi vendor, peralatan perbaikan pesanan dan semua angka kenyataan lain yang di lacak McDonald’s dengan system yang di kembangkan secara internal, yang umumnya membuat data tersedia untuk mengambil keputusan dalam satu minggu atau lebih, bias dicapai dalam detik melalui browser web. Secara teori, dengan bekerja erat dengan para pemasok dan pada manajer toko, perusahaan bias meningkatkan konsistensi produk.
Inovasi juga dianggap mengefektifkan pengadaan pelatihan karyawan dan data asuransi.
Dengan menggunakan internet untuk menyampaikan informasi pelatihan, seperti bagaimana membersihkan ayam muda untuk di goring atau menggunakan sistim POS (Point-Of Sale). McDonald’s berharap mendongkrak sistim latihannya menembus platform tersebut.
Dengan segera mengumpulkan dan mengirim data ke toko toko dari kantor perusahaan, para eksekutif bisa memonitor performa dan memperbaiki langsung. Sebagai contoh, jika toko tertentu tidak mengerahkan orang-orang melalui jalur atau jalan masuk sesuai standar, para eksekutif bisa meminta manajer local untuk menambah karyawan lain atau untuk meningkatkan waktu layanan. Jika produk tertentu tidak bergerak naik, para eksekutif bisa menyelidiki apakah iklan instore suadah pada tempatnya.
Rantai persediaan juga akan dimonitor. Setiap item dari gudang ke toko bisa dilacak dalam hitungan detik. Jika ada kemajuan pada toko tertentu BigMac’s, persediaan bisa di alihkan. McDonald’s bisa merespons permintaan pelanggan dengan cepat dan menarik keuntungan keuangan substansial dari efisiensi tersebut. Pada sisi lain, memonitor dari jarak jauh dan pada akhirnya adalah mengelola dari jarak jauh, membuat sistim tidak menjadi tanggung jawab para manajer toko.akhirnya , jaringan berbasis-internet akan menghubungkan 3000 lebih restoran dan 300 vendor dalam 24 jam penuh, 7 hari perminggu, ke sistim back-office dikantor perusahaan di Oak Brook. Hal ini akan memberi para eksekutif McDonald’s suatu gambaran lengkap seketika mengenai operasi perusahaan di seluruh dunia, dan dalam teori, kemampuan untuk bertindak dengan cepat ketika diperlukan untuk menyesuaikan penyebaran persediaan dan promosi untuk memenuhi permintaan. Sekitan $170 juta di belanjakan untuk : “riset dan pengembagan” innovate untuk mengefektifkan rantai persediaannya dan meningkatkan operasi hariannya. Peruhsahaan perlu mencapai penigkatan penjualan sedikitnya 1.5% atau sekitar $231 juta pertahun , untuk menggati pengeluaran awal tersebut. 1.5% adalah diluar 3 sampai 5 persen penjualan tahunan yang telah di proyeksikan McDonald’s.
Usaha pertama mcDonald’s pada system data perusahaan skala-besar dan real-time, telah gagal. McDonald’s tidak punya pengalaman di bidang tersebut, membelanjakan terlalu banyak uang, dan hanya punya sedikit reputasi untuk menunjukan hal itu. McDonald’s tidak dikenal karena teknologi atau penghargaan level-eksekutif dan pemahaman teknologi. Petrus Abell , analis AMR reserth mengatakan bahwa “jaringan global real-time akan menelan dana besar , bahkan bagi organisasi teknologi informasi yang paling ambisius sekalipun”. Mengkonfigurasi dan mengintegrasikan prangkat lunak yang di perlukan untuk komunikasi Oak Brook dengan 30.000 lebih lokasi yang beberapa diantaranya berada di dunia ke tiga dimana konektifitas broadband masih sekedar mimpi, merupakan hal fantastis ketimbang kenyataan”
Abel melanjutkan , “tantangan riil adalah menentukan apakah ada manfaat biaya yang cukup memadai yang membuat proyek itu layak dilakukan”.
Masalah terbesar “yang dihadapi perusahaan seperti McDonald’s adalah membuat bandwith kecepatan tinggi di setiap lokasi,” kata Abell. “Beberapa bagian AS masih tidak mempunyai konektifitas kecepatan tinggi yang dapat di andalkan. Dan mereka internasional. Jadi , masalah ini sangat problematic”.
Meskipun perusahaan sedikit menunjukan semangat atau keahlian dalam implementasi system informasi skala-ketika innovate di inisiasi, para eksekutifnya mengganggap mereka dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Wall Street Mart terhadap infrastruktur teknologi inti mereka. Apa yang mereka dapatkan adalah keahlian mereka dalam pengembangan dan produksi-massal makanan siap saji kecil relevansinya dengan integrase dan implementasi perangkat lunak.
PERTANYAAN KASUS :
1. Mengapa informasi perusahaan McDonald’s , McSytem ditunda ?
Jawab : karena perusahaan McDonald’s dan McSystem sempat gagal dan mengalami kerugian yang cukup besar sehingga terbatasnya waktu dan tenaga McDonald's pada waktu itu.
2. Apakah system hemat biaya akan bertahan hidup ?
Jawab : Kemungkinan besar system hemat biaya akan bertahan karna perusahaan McDonald's berusaha keras untuk mengemplementasi system informasi skala-ketika innovate di inisiasi, para eksekutifnya mengganggap mereka dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Wall Street Mart terhadap infrastruktur teknologi inti.
3. Masalah apa yang dihadapi system informasi perusahaan ?
Jawab : karena beberapa bagian wilayah di Amerika pada waktu itu belum memiliki koneksi internet yang cepat dan masih minimnya web-web pendukung untuk menjalankan sistem informasi di perusahaan tersebut.
sumber : http://anggamelandi7.blogspot.co.id/2015/11/pengembangan-sistem-informasi.html
Rabu, 07 Oktober 2015
Jenis-jenis Sistem Informasi
Jenis-jenis Sistem Informasi
• Tingkat
Bawah / Operasional:
Transaction Processing System
(TPS)
• Tingkat
Pengetahuan:
Knowledge Work System (KWS)
Office Automation System (OAS)
• Tingkat
Manajemen Menengah:
Management Information System
(MIS)
Decision Support System (DSS)
• Tingkat
Manajemen Atas / Strategis:
Executive Support System (ESS)
Jenis-jenis Sistem Informasi
• Tingkat
Bawah / Operasional:
Transaction Processing System (TPS)
Adalah sistem pengolah informasi yang ditujukan
untuk orang / karyawan yang bertugas mengawasi
jalannya organisasi perusahaan sehari-hari dan
melakukan transaksi rutin perusahaan dengan
pihak luar
Contoh:
Pemasaran: penjualan, menerima pesanan, reservasi
hotel, dsb.
• Tingkat
Pengetahuan:
adalah sistem informasi yang ditujukan untuk
membantu orang / karyawan yang mempunyai
keahlian khusus dalam menciptakan &
memadukan keahlian baru dalam organisasi
Contoh:
Knowledge Work System (KWS):
Engineering workstations, Graphics workstations (desain
promosi produk)
Office Automation System (OAS):
Menangani pekerjaan manajemen
(word processing, digital filling, dekstop
publishing),
penjadwalan kerja (elctronics calenders),
komunikasi (e-mail, voice mail, video-conferencing)
• Tingkat
Manajemen Menengah:
adalah sistem informasi yang didesain untuk
melayani kebutuhan manajemen untuk memonitor,
mengendalikan / mengawasi, mengambil
keputusan, dan melakukan pekerjaan administrasi
Contoh:
Management Information System (MIS):
manajemen penjualan, pengendalian persediaan,
analisis investasi Decision Support System (DSS)
analisis wilayah penjualan, penjadwalan produksi,
analisis biaya
• Tingkat
Manajemen Atas / Strategis:
Executive Support System (ESS)
adalah sistem informasi yang ditujukan untuk
tingkatan teratas perusahaan yaitu manajemen
senior untuk menduku
panjang perusahaan
Contoh:
Pemasaran: Bgm ramalan & kecenderungan
penjualan di
masa 5 th yad, dsb
SUMBER :
http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/197207152003121-CHAIRUL_FURQON/005._SIM-sistem_informasi_manajemen.pdf
http://anggamelandi7.blogspot.co.id/2015/10/jenis-jenis-sistem-informasi.html
SUMBER :
http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/197207152003121-CHAIRUL_FURQON/005._SIM-sistem_informasi_manajemen.pdf
Bentuk Sistem Informasi
Bentuk Sistem Informasi
Sistem infomasi memiliki banyak bentuk contoh pengembangan, berikut ini adalah
beberapa bentuk dari pengembangan sistem informasi.
a. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi
yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan
mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan
bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Akuntansi sendiri sebenarnya adalah
sebuah Sistem Informasi.
Karakteristik SIA yang membedakannya
dengan subsistem CBIS lainnya :
v SIA melakasanakan tugas yang
diperlukan
v Berpegang pada prosedur yang relatif
standar
v Menangani data rinci
v Berfokus historis
v Menyediakan informasi pemecahan
minimal
Fungsi penting yang dibentuk Sistem
Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
v Mengumpulkan dan menyimpan data
tentang aktivitas dan transaksi.
v Memproses data menjadi into
informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan
v keputusan.
v Melakukan kontrol secara tepat
terhadap aset organisasi.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi
memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara
langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
Sistem Informasi Akuntansi terdiri
dari 3 subsistem:
v Sistem pemrosesan transaksi,
mendukung proses operasi bisnis harian.
v Sistem buku besar/pelaporan
keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan
v laba/rugi, neraca, arus kas,
pengembalian pajak.
v Sistem pelaporan manajemen, yang
menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus
serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran,
laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Berbagai transaksi non keuangan yang
tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem
Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
v SIA mengumpulkan mengklasifikasikan,
memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
v SIM mengumpulkan mengklasifikasikan,
memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
Sebuah Sistem Informasi Akuntansi
menambah nilai dengan cara:
v Menyediakan informasi yang akurat
dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain
secara efektif dan efisien.
v Meningkatkan kualitas dan mengurangi
biaya produk dan jasa yang dihasilkan
v Meningkatkan efisiensi
v Meningkatkan kemampuan dalam
pengambilan keputusan
v Meningkatkan sharing knowledge
v Menambah efisiensi kerja pada bagian
keuangan
2 komponen Sistem Informasi
Akuntansi antara lain :
v Spesialis Informasi
v Akuntan
Contoh Sistem Informasi Akuntansi
sebagai pusat informasi perusahaan:
v Bagian pemasaran mempertimbangkan
untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk
itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat
diperoleh dari usulan produk baru tersebut
v Bagian SIA memproyeksikan perkiraan
biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut,
kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya
dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
Kedua bagian akan merundingkan hasil
analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2
aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
v Pentingnya komunikasi antar
departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
v Peranan SIA dalam menghasilkan
informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan
oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu :
v Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk
laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
v Informasi Akuntansi Manajemen,
berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Sistem informasi adalah serangkaian
prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan
didistribusikan ke para pengguna.
Adapun kerangka kerja sistem
informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
adalah sebuah Sistem Informasi
yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang
dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
v Mengumpulkan dan menyimpan data
tentang aktivitas dan transaksi.
v Memproses data menjadi into
informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan
keputusan.
v Melakukan kontrol secara tepat
terhadap aset organisasi.
v Subsistem SIA memproses berbagai
transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara
langsung memengaruhi
pemrosesan transaksi keuangan.
v SIA terdiri dari 3 subsistem:
o
Sistem
pemrosesan transaksi
mendukung
proses operasi bisnis harian.
o
Sistem
buku besar/ pelaporan keuangan
menghasilkan
laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas,
pengembalian
pajak.
o
Sistem
pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen
internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja,
serta laporan pertanggungjawaban.
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa
pertanyaan sebagai berikut :
v Bagaimana mengoleksi data yang
berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
v Bagaimana mentransformasi data
kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan
organisasi?
v Bagaimana menjamin ketersediaan,
keandalan, keakuratan informasi ?
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
v Menyediakan informasi yang akurat
dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain
secara efektif dan efisien.
v Meningkatkan kualitas dan mengurangi
biaya produk dan jasa yang dihasilkan
v Meningkatkan efisiensi
v Meningkatkan kemampuan dalam
pengambilan keputusan
v Meningkatkan sharing knowledge
v menambah efisiensi kerja pada bagian
keuangan
b. SISTEM INFORMASI PERSONALIA
Personalia
adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi Human Resoursces yang
lain,bertanggung jawab terhadap Employee Database,Payroll dan pembayaran
benefit lainnya,pinjaman karyawan,absensi,dan pencatatan cuti
tahunan. Pembentukan fungsi personalia saat ini lebih disesuaikan dengan
kebutuhan dan ruang lingkup perusahaan.
Manajemen
personalia akan semakin penting bagi organisasi,jika menyangkut ketersediaan
tenaga berbakat untuk menunjang rencana perumbuhan bisnis organisasi. Saat ini
juga sudah diakui bahwa tenaga kerja menjadi salah satu sumber daya yang
penting bagi perusahaan.
Peran penting perusahaan yang di
jalankan secara bersamaan oleh seorang pengelola SDM yaitu:
v Sebagai mitra strategis
v Sebagai agen perubahan
v Sebagai pemerhati karyawan
v Sebagai ahli administratif
Sistem Informasi Personalia adalah
suatu sistem yang mengolah data kepegawaian di sebuah perusahaan.
Sistem informasi personalia
bergantung dari beberapa hal yaitu:
v Jumlah karyawan
v Struktur organisasi perusahaan
v Modul yang digunakan dan akan di
kembangkan
Fungsi dari sistem informasi
manajemen yang diterapkan pada bagian personalia adalah untuk:
v Sebagai absensi karyawan
v Melihat prestasi karyawan
v Melihat golongan karyawan
v Melihat peningkatan aktivitas
karyawan ataupun penurunannya.
C.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
- Sistem Informasi Geografis adalah sistem yang berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografi. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis objek-objek dan fenomena karena lokasi geografi merupakan karakteristik yang penting atau-kritis untuk dianalisis. Oleh karena itu, SIG merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan dalam menangani data yang bereferensi geografi, yaitu masukan, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan data), analisis dan manipulasi cara, serta keluaran (Aronaff, 1989).
- Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem perangkat yang dapat melakukan pengumpulan, penyimpanan, pengambilan kembali, pengubahan (transformasi), dan penayangan (visualisasi) dari data-data keruangan (spasial) untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu (Burrough, 1956).
- Sistem Informasi Geografis adalah sistem yang berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografi (Petrus Paryono).
- Sistem Informasi Geografis adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang berfungsi untuk akuisisi (perolehan) dan verifikasi, kompilasi, penyimpanan, perubahan dan updating, manajemen dan pertukaran, manipulasi, pemanggilan dan presentasi, serta analisis (Bernhardsen, 1992).
- Sistem Informasi Geografi adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknolog yang diperlukan, yaitu data spasial, perarigkat keras, perangkat lunak, dan struktur organisasi .
Sub Sistem SIG
Karena merupakan suatu sistem, informasi geografis terdiri dari 4 subsistem pokok, yaitu subsistem masukan (data input), penyajian (data output, penyimpanan (data management), serta pengolahan dan pengkajian (data manipulation and analysis).
Karena merupakan suatu sistem, informasi geografis terdiri dari 4 subsistem pokok, yaitu subsistem masukan (data input), penyajian (data output, penyimpanan (data management), serta pengolahan dan pengkajian (data manipulation and analysis).
1. Subsistem Masukan
Fungsi
dari subsistem ini adalah mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan
atribut dari berbagai sumber. Selain itu, subsistem ini bertanggung jawab dalam
melakukan konversi atau melakukan transformasi formal. Data-data asli ke dalam
format yang dapat digunakan oleh SIG.
2. Subsistem Penyimpanan
Fungsi
dari subsistem ini adalah mengorganisasikan data, baik data spasial maupun data
atribut ke dalam basis data (bank data). Penyimpanan dengan cara demikian mempermudah
dalam pemanggilan, pengeditan dan pembaharuan data.
3. Subsistem Pengolahan dan Pengkajian
Fungsi
dari subsistem ini adalah menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan
oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan pengolahan dan pemodelan
data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.
4. Subsistem Penyajian
Fungsi
dari subsistem ini adalah menampilkan data dan hasil dari pengolahannya, baik
sebagian maupun seluruhnya. Data dan hasil pengolahannya tersebut ditampilkan
antara lain dalam bentuk tabel, grafik, dan peta (khususnya para digital).
SUMBER
:
http://silvi0230.blogspot.co.id/2013/11/bentuk-sistem-informasi.html
http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
http://shienaanan.blogspot.com/2013/01/pengertian-sistem-informasi-akuntansi.html
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
SISTEM INFORMASI
12 Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli
Sistem Informasi (SI) adalah
kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang
menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.Dalam arti yang
sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada
interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam
pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan
organisasi teknologi informasi dan komunikasi
(TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini
dalam mendukung proses bisnis.
12 Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli
1.
Menurut Mc Leod
Sistem informasi adalah
suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua
sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
2. Menurut Tata Sutabri, Kom., MM
Sistem informasi
adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan
strategis dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.
3. Menurut
Erwan Arbie
Sistem informasi
adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial
dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang
diperlukan.
4. Menurut
Tafri D. Muhyuzir
Sistem informasi
adalah data yang dikumpulkan, diklasifikasikan dan diolah sedemikian rupa
sehingga menjadi sebuah informasi entitas terkait tunggal dan mendukung satu
sama lain sehingga menjadi informasi berharga bagi mereka yang menerimanya.
5. Menurut
O’Brien
Sistem informasi
adalah kombinasi dari setiap unit dikelola orang (orang), hardware (perangkat
keras), software (perangkat lunak), jaringan komputer dan jaringan komunikasi
data (komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah, dan
menyebarkan informasi tentang yang bentuk organisasi.
6. Menurut
Leitch Rosses
Sistem informasi
express adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengelolah transaksi harian, mendukung kegiatan operasi, manajerial dan strategis
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
7. Menurut
Lani Sidharta
Sistem informasi
adalah suatu sistem buatan manusia yang berisi serangkaian terpadu komponen –
komponen dan manual bagian – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk
mengumpulkan data, mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi pengguna.
8. Menurut
Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis
Sistem informasi
adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan
strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
9. Menurut
Gordon B. Davis (1991: 91)
Sistem informasi
adalah suatu sistem yang menerima input data dan instruksi, mengolah data
sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.
10.
Menurut John F. Nash (1995: 8)
Sistem informasi
adalah Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat
teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur
jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu
manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk
pengambilan keputusan yang tepat.
11.
Menurut Kertahadi (2007)
Sistem informasi
adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi
penerimanya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dalam perencanaan,
memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi
organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.
12.
Menurut Rommey (1997: 16)
Sistem informasi
yang diselenggarakan cara untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan
menyimpan data dan terorganisir cara untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan
dan melaporkan informasi dengan cara yang suatu organisasi dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
SUMBER
:
Langganan:
Postingan (Atom)